- Banyak hal yang telah kita rasakan dalam hidup,bahkan tak sedikit yang berkeluh kesah merasakan sakit dan derita perjalanan hidup.
- Toh,semua itu adalah bentangan waktu.Dan statisnya kehidipan terkadang membuat rasa jenuh dikala beranjak keperaduan,dan itupun tergantung kita merenungkannya.Himpitan dari segala penjurupun semakin banyak berdatangan,itupun meminta kita tuk melapangkan dada sambil berucap:"Sabar kau badan".
- Lalu,harus kemana kita memohon bantuan?
- Lalu,apa pula yang harus kita lakukan?
- Apalah salahnya kalau kita berhenti sejenak dari kegiatan kita,mari mencoba meletakkan pantat kita disalah satu tempat yang tenang sambil menarik nafas yang panjang.
- Yuk,kita tatap bentangan langit yang luas tak bertepi!
- Yuk kita lihat samudera biru yang panjang bak permadani!
- Yuk,kita rasakan semilir angin yang menghantarkan kesejukan ke pori-pori kita!
- Yuk kita rasakan kuasa cipta Ilahi yang Dia berikan pada kita!
- Ternyata masih ada celah yang dapat kita perbuat,karena Tuhan tidak membuat itu semua untuk sia-sia.Tinggal dari mana kita merangkai karunia-Nya.Puji syukur jua yang dapat kita lakukan atas pemberian-Nya.Hanya satu yang dapat kusampaikan padamu kawan:
- "Ya Allah,rizkiMu yang dari langit turunkanlah!"
- " Ya Allah,rizkiMu yang dari dalam tanah keluarkanlah!"
- "Ya Allah,rizkiMu yang dari dalam laut keluarkanlah!"
- "Yang jauh dekatkanlah dan yang dekat sampaikanlah pada kami dan semoga menjadi berguna pada kami dan keluarga serta bangsa dan dunia ini pada umumnya,karena Engkau Tuhan sekalian alam dan NabiMu rahmatan lil 'alamin".
- "Yuk.kita Shalat Dhuha!".
Rabu, 21 Mei 2008
Mencari Pintu Rizki
Langganan:
Postingan (Atom)
mentari sore
suasana damai beranjak kembali
selamat datang
hai kawan.
yuk kita kumpul dalam nuansa damai,tanpa huru-hara
yuk kita kumpul dalam nuansa damai,tanpa huru-hara




