Kadangkala aku heran,
semua orang mengaku dirinya yang terbaik.
Lalu semua yang kulakukan adalah sia-sia,
yang ber-arti tak benar menurut mereka.
Keyakinan mereka adalah isi dari semuanya,
dan aku hanya kulit tanpa isi.
Duh Gusti Allah......
Apakah kebenaran yang kupeluk ini salah ?
Harus berapa banyak kajian yang akan kutelaah ?
Harus berapa banyak lagi guru yang harus kudatangi ?
Tuhan-ku...
Yang Maha Kasih
Yang Maha Sayang
Terlalu banyak ijtihad Ulama yang membuat bingung,
sampai rentetan mazhabpun banyak pertentangan sampai padaku.
Hidayah-Mu jua yang kuharapkan.
Cahaya nur-Mu jualah pelitaku.
Akhlaq Nabi-Mu jua yang kuteladani.
Kan kucoba walau kaki ini tertatih-tatih....
Mereka cari ketenangan walau mendaki puncak
walaupun senja berarti kegelapan,namun
harapan cahaya Ilahi takkan sirna.
Allah
Kaulah puncak dari asmaaul husna
Kiblatnya do'a ditujukan
Tuhan sekalian alam.
Kutengadahkan tanganku
bermohon berharap bersama berangkatnya burung malam.
Dikala hari beranjak petang
menatap cakrawala yang berangkat keperaduan.
Puncak menara masjid menjulang
Tegak lurus menggapai langit
Cahaya bulan dengan keteduhannya
Menawarkan biru akan cinta kasih
oh........
aku yang mabuk
Tetesan kasih-Mu
Bak hujan yang memenuhi telaga
Jiwa yang tandus kini berharap
Setetes air bak cahaya
Aku ingin hidup
Dalam ridlo-Mu




